BPJS Ketenagakerjaan Berencana Naikan Iuran Menjadi 5-6%
Ekonomi dan Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Berencana Naikan Iuran Menjadi 5-6%

BPJS Ketenagakerjaan masih mengkaji besaran pungutan yang akan dibebankan ke peserta BPJS ditengah rencana menaikan besaran iuran menjadi 5-6%.

Dikutip dari Detik.com, Naiknya iuran tersebut dilakukan untuk menjamin keberlangsungan jaminan sosial dalam jangka panjang. Hal itu karena dengan adanya ledakan penduduk atau yang biasa dikenal dengan bonus demografi saat ini, bakal meningkatkan jumlah penduduk tua di masa depan.

“Itu harus dihitung betul, tapi memang kalau nggak dinaikkan berat nanti ke depannya,” kata Ketua Dewan Pengawas Guntur Witjaksono, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017).

Bila iuran tidak dinaikkan. Dikhawatirkan dana yang saat ini terkumpul tidak dapat memenuhi kebutuhan biaya jaminan sosial di masa mendatang.

“Itu yang dikhawatirkan. Dimana-mana negeri maju pun yang muda harus subsidi yang tua,” kata Guntur.

Ia mengatakan, kenaikan iuran ini dievaluasi setiap setiap 3 tahun. Diperkirakan kenaikan iuran ini jika dilihat dari masa berlakunya, maka akan berlaku tahun 2018.

“Tidak harus tahun ini tapi 3 tahun, ini kan baru dikaji dulu tahun ini berapa besar, kalau dilihat tahunnya kan mulai setahun yang lalu jadi masih ada 2018, tahun depan,” imbuhnya.

Ia menyebut walaupun iuran tersebut nantinya dinaikkan, tidak akan mengurangi jumlah peserta. Hal itu karena tingkat kesadaran masyarakat terhadap jaminan hari pensiun meningkat.

“Dalam setahun pesertanya sudah 8,9 juta loh, suatu yang cepat sekali. Cepat sekali, jadi¬†awareness-nya orang menabung tinggi juga dan pengembangan menarik,” imbuhnya, seperti di lansir finance.detik.com (Senin, 9/1).

Editor : Nopa Gunawan

Komentar Anda
Advertisement

Post Comment

Scroll Up