Dampak Buruk Memaksakan Bakat Anak yang Bukan Talenta Sebenarnya
Edukasi

Dampak Buruk Memaksakan Bakat Anak yang Bukan Talenta Sebenarnya

Bakat anak dan juga talenta setiap anak tentu beda-beda, mulai dari ada yang pintar olahraga, menggambar, menulis, berhitung, dan lainnya.

Namun banyak orang tua yang kurang memahami hal ini dan cenderung memaksakan anak untuk mengikuti cita-cita orang tua yang belum tercapai. Dan biasanya orang tua mengikutkan anak pada suatu kursus, sanggar atau sekolah seni yang tidak sesuai dengan bakat dan minat anak.

Beberapa anak mungkin bisa menerima saat mereka diminta mengikuti keinginan orang tua. Namun ada pula yang tidak mau mengikuti apa yang menjadi kemaunan orang tua, atau malah melakukan pemberontakan kepada orang tua.

Berikuti ini akibat dari anak yang terlalu dipaksakan bakatnya oleh orang tau :

1. Emosional
Jangan biarkan anak-anak dalam kondisi terpaksa mengikuti kemauan orang tua. Karena ia ada kemungkinan tumbuh menjadi anak yang suka membangkang. Banyak orang tua merasa heran dan repot melihat polah tingkah anaknya, namun kurang sadar bahwa orang tua sendirilah yang membentuknya.

2. Menunda-nunda permintaan orang tua
Anak menjadi terkesan tidak patuh, dengan memperlihatkan sikap suka menunda pekerjaan yang diminta oleh orang tuanya. Perilaku ini tumbuh sebagai dampak dari ketidaksukaan kepada pola asuh orang tua.

3. Kurang inisiatif
Anak menjadi terlihat kaku dan kurang inisiatif. Hal ini adalah dampak dari terlalu sering diperintah orang tua tanpa diberi kesempatan mengemukakan pendapat.
4. Terkesan Pemalas

Karena apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan keinginan atau “passion” anak, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang terlihat suka bermalas-malasan. Ditambah lagi kalau dalam kondisi malas, ia dimarahi oleh orang tuanya. Wah…. Bisa jadi tambah runyam permasalahan yang dialami anak.

5. Anak menjadi stres
Karena kebebasan anak sangat terbatas, anak akan sering berada di dalam kondisi tertekan. Dalam kondisi ini, anak menjadi mudah mengalami stres dan kurang bisa berekspresi.

6. Kurang mandiri
Banyak orang tua berharap anaknya akan tumbuh menjadi anak yang mandiri bila menunjukkan kepatuhan pada orang tua. Namun kadang orang tua lupa, bahwa dalam kondisi tertekan, kebebasan anak untuk bereskpresi menjadi terkurung sehingga anak menjadi terkesan kurang bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri.

Editor : Putu Nopa

Komentar Anda
Advertisement

Post Comment

Scroll Up