Jubir FPI Munarman Penuhi Panggilan Polda Bali dengan didampingi 13 Pengacara
Peristiwa

Jubir FPI Munarman Penuhi Panggilan Polda Bali dengan didampingi 13 Pengacara

Akhirnya juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman memenuhi panggilan Polda Bali hari ini atas kasus dugaan fitnah terhadap petugas keamanan adat atau pecalang melalui video yang diunggah dalam situs Youtube.

“Munarman didampingi pengacaranya, ada sekitar 13 orang yang hadir di Mapolda,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, di Denpasar, seperti dilansir Merdeka (30/1).

Dalam kasus ini penyidik Polda Bali telah memeriksa beberapa saksi ahli di antaranya saksi ahli bahasa, pidana, informasi dan teknologi, sosiologi, dan pihak Kompas Jakarta.

Dikutip dari Merdeka, Saksi lain yang telah dimintai keterangannya adalah I Gusti Agung Ngurah Harta salah satu pembina dan pendiri organisasi Sandi Murti, Gus Yadi dari salah satu pondok pesantren di Denpasar, warga Denpasar Arif Melky Kadafuk, dan Ketua Pecalang Bali Made Mudra.

Saksi-saksi tersebut sebelumnya turut mendampingi Zet Hasan untuk melaporkan dugaan fitnah yang dilakukan Munarman dengan menuding pecalang melakukan pelemparan rumah penduduk dan melarang umat Islam melakukan shalat Jumat, seperti terekam pada video diyoutube.

Polisi mengenakan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 a Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE menyangkut ujaran kebencian dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Baca : Polda Bali Segera Periksa Jubir FPI Munarman Terkait Dugaan Fitnah Terhadap Pecalang

Dalam Video yang beredar di situs Youtube dengan judul “FPI datangi dan tegur Kompas terkait framing berita antisyariat Islam” saat ia dan beberapa anggota ormas tersebut mendatangi Kompas pada Kamis, 16 Juni 2016.

Dalam video berdurasi satu jam 24 menit dan diunggah Markaz Syariah pada 17 Juni 2016 tersebut Munarman mengatakan :

“Kompas tidak pernah mengkritik pecalang-pecalang di Bali yang kadang-kadang melempari rumah penduduk, melarang orang salat Jumat, engga pernah ada kritik dari Kompas, bertahun-tahun itu sudah kita saksikan,” ucap Munarman dalam Video tersebut.

Editor : Nopa Gunawan

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up