Menkue Sri Mulyani tegaskan KITE IKM akan Bawa Peningkatan Ekspor
Ekonomi dan Bisnis

Menkue Sri Mulyani tegaskan KITE IKM akan Bawa Peningkatan Ekspor

Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM (Industri Kecil dan Menengah) telah diluncurkan oleh Pemerintah. Fasilitas ini diberikan untuk mendorong peningkatan ekspor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang didalamnya termasuk IKM sesuai dengan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid I Pemerintah.

“Sesuai dengan paket kebijakan tersebut, pemerintah diminta untuk mengembangkan UMKM dengan memberikan fasilitas fiskal, memberikan kemudahan skema dan persyaratan fasilitas kepabeanan dan membuat saluran impor dan ekspor bahan baku serta hasil produksi UMKM,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam rilisnya, Senin (30/1/2017).

Sri Mulyani menambahkan, selama ini kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) cukup besar yakni 61,41 persen dan kemampuan sektor usaha ini dalam menyerap tenaga kerja mencapai 97 persen.

Sebelumnya Peluncuran fasilitas KITE IKM secara seremonial diadakan di Desa Tumang, Boyolali Jawa Tengah oleh Presiden Jokowi.Tumang dipilih karena proses bisnis yang ada di sana mewakili tujuan dari fasilitas KITE IKM.

Mengutip dari Metrotvnews (31/1/2017), Di sana banyak perajin tembaga yang produksinya diekspor sampai ke Eropa, namun bahan bakunya selama ini diperoleh melalui distributor. Dengan fasilitas KITE IKM, rantai pasok ini akan dipotong, dan bea masuk dan PPN impornya juga dibebaskan. Harga produk perngrajin Tumang nantinya akan lebih kompetitif karena ongkos bahan baku lebih murah.

Pada tahap awal peluncuran fasilitas KITE IKM, telah ada 22 IKM yang menerima fasilitas ini. Diharapkan akan semakin banyak IKM yang tertarik untuk mendapatkan fasilitas KITE IKM.

Tak hanya dapat menikmati fasilitas fiskal dan kemudahan prosedur, IKM yang nantinya mendapatkan fasilitas KITE IKM dapat juga memanfaatkan fasilitas pembiayaan modal usaha maupun pembiayaan ekspor dengan suku bunga yang sangat ringan yang diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Tak hanya itu, dengan adanya fasilitas KITE IKM, diharapkan adanya penurunan biaya produksi sebesar 20 persen hingga 25 persen.

Sebagai contoh, estimasi efisiensi dari fasilitas KITE IKM bagi IKM di wilayah Tumang bisa mencapai Rp5,51 miliar per tahun, PT. Sari Rambut di Bali bisa mencapai Rp500 juta per tahun, PT. Out of Asia di Bantul bisa mencapai Rp180 juta per tahun.

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up