OJK Akan Batasi Besaran Pinjaman Online untuk Hindari Kredit Macet
Ekonomi dan Bisnis

OJK Akan Batasi Besaran Pinjaman Online untuk Hindari Kredit Macet

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) merencanakan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi atau secara online akan ditetapkan maksimal besaran pinjamannya. OJK mencanangkan besaran yang dapat diajukan oleh debitur kepada penyelenggara financial technology (fintech) sebesar Rp 2 miliar.

Deputi Komisioner Manajemen Strategi IA OJK, Imansyah mengatakan, jumlah tersebut disepakati usai mempertimbangkan stasbilitas sistem keuangan nasional.

“Jumlah pinjaman dibatasi maksimal Rp 2 miliar satu debitur. Itu dalam mata uang Rupiah. Ini dilakukan untuk melindungi kepentingan stabilitas sistem keuangan nasional,” ujar Imansyah di Gedung OJK,¬†Jakarta, Selasa (10/1) seperti dilansir Merdeka.com.

Untuk mengikuti fintech start up, penyelenggara wajib melakukan pendaftaran dan perizinan. Regulasinya, penyelenggara diharuskan untuk melakukan pendaftaran sebelum mengajukan permohonan untuk memperoleh izin.

“Nanti sambil menunggu masa pendaftaran, penyelenggara telah dapat melakukan aktivitas secara penuh. OJK akan terus melakukan pendampingan dan melakukan evaluasi,” katanya.

Selain itu, Imansyah mengatakan pertumbuhan penyelenggara fintech terus meningkat. Pertumbuhan ini perlu diantisipasi guna melindungi kepentingan konsumen terkait keamanan dana dan data.

“Selain itu, yang kita soroti juga terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme serta stabilitas sistem keuangan. Ini yang perlu kita antisipasi,” pungkas Imansyah.

Editor : Gunawan

Komentar Anda
Advertisement

Post Comment

Scroll Up