Penyelundupan Penyu di Bali masih Tinggi, Karena Tingginya Permintaan
Peristiwa

Penyelundupan Penyu di Bali masih Tinggi, Karena Tingginya Permintaan

Polisi Air (Polair) Polda Bali melepasliarkan hasil tangkapan penyelundupan penyu di Bali kemari Selasa (7/2). Sebanyak tujuh ekor penyu hijau dilindungi dilepasliarkan di Pantai Kuta, lantaran tingginya aktivitas penyelundupan penyu di Bali.

Dikutip dari Merdeka.com, Kombes Direktur Polair Polda Bali Kombes Sukandar menyebut tingginya penyelundupan juga dikarenakan adanya permintaan konsumen tinggi.

“Ya karena permintaan konsumen cukup tinggi untuk dagang sate serta lawar penyu. Itu yang jadi aktivitas penyelundupan penyu masih terjadi di Bali,” kata Sukandar.

Melalui program LIBAS (Bali Bebas) Perdagangan Penyu, Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Bali berhasil menggagalkan tiga kali aksi penyelundupan penyu dalam dua bulan terakhir.

“Sebenarnya dari keseluruhan ada 11 ekor penyu hijau, yang kami amankan dari dua kasus perdagangan ilegal penyu hijau, pada bulan Desember 2016 itu daerah Serangan Denpasar dan bulan januari 2017 di pantai Cekik Kabupaten Jembrana, dan sekarang kita lepaskan 7 ekor sisanya ada di TCEC Serangan,” Tambah Sukandar.

Secara nasional penyu dilindungi melalui Undang Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekositem (KSDHAE) dan Undang Undang No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

“Karena itu kami berkomitmen dalam menjaga dan melestarikan penyu melalui penegakan hukum yang optimal dan mengembangkan program LIBAS Perdagangan Penyu,” tegas Sukandar.

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up