Pidato Donald Trump Masih Membawa Dampak Ambruknya Dolar AS
Ekonomi dan Bisnis

Pidato Donald Trump Masih Membawa Dampak Ambruknya Dolar AS

Nampaknya Trump Efek masih membuat kegelisahan di sector ekonomi dunia. Lihat saja nilai kurs dolar AS ambruk ke level terendah dalam tujuh pekan terhadap sejumlah mata uang dunia Selasa dini hari WIB (24/1/2017). Hal ini masih diperkirakan karena keperihatinan terhadap awal pemerintahan Presiden Donald Trump yang sejauh ini diguncang gelombang demonstrasi, pidato yang proteksionis dan rangkaian murka di media sosial.

Baca Juga :

 

Dilansir Antara (24/1/207), Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia anjlok 0,6 persen pada 100,16, dipimpin oleh amblasnya dolar AS sebesar 1,4 persen terhadap yen Jepang pada 113,01 yen per dolar AS. Anjloknya dolar AS terhadap yen ini adalah yang terbesar dalam sekitar dua pekan terakhir.

“Ada kegelisahan besar setelah pidato Trump yang sangat agresif, merkantilis yang kebanyakan fokus kepada proteksionis,” kata John Hardy, kepala strategi valuta asing Saxo Bank di Copenhagen.

Poundsterling menyentuh level tertinggi dalam enam pekan terakhir, setelah investor memperkirakan hari ini Mahkamah Agung Inggris akan mengeluarkan ketentuan yang mengharuskan pemerintah memerlukan pesertujuan parlemen sebelum memformalkan Brexit.

Mata uang Inggris sempat menyentuh level tertinggi sejak 16 Desember pada 1,2506 dolar AS. Poundsterling juga menguat terhadap euro pada level terkuat dalam dua pekan terakhir.

Euro sendiri menguat 0,5 persen terhadap dolar AS yang merupakan ketujuh kalinya dalam sembilan kali perdagangan terakhir, pada 1,0751 dolar AS, demikian Reuters (Antara, 24/1/2017).

Editor : Nopa Gunawan

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up