Polda Bali : Jika sampai Tiga Kali Mangkir, Jubir FPI Munarman akan dijemput Paksa
Peristiwa

Polda Bali : Jika sampai Tiga Kali Mangkir, Jubir FPI Munarman akan dijemput Paksa

Polda Bali akan menjemput paksa juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman jika tidak menghiraukan surat panggilan pemeriksaan hingga tiga kali. Sebelumnya Polda bali merencanakan Munarman diperiksa hari ini, namun hingga saat ini surat panggilan pertama belum mendapat tanggapan apapun dari Munarman.

Pihak Polda Bali mengatakan surat panggilan pertama telah dikirim pada 24 Januari lalu.

Mengutip Media Indonesia (30/1/2017), Kabid Humas Polda Bali Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja menjelaskan bila surat panggilan pertama tidak diindahkan, penyidik akan mengirimkan surat panggilan kedua. Dan bila surat panggilan kedua juga tidak diindahkan, penyidik akan mengirim surat panggilan ketiga.

“Bila semuanya tidak diindahkan, akan dilakukan jemput paksa. Ini negara hukum. Semua orang harus diperlakukan sama di depan hukum,” ungkap Hengky di Denpasar, kemarin.

Pemanggilan Munarman ke Polda Bali tersebut diperlukan untuk pemeriksaannya sebagai saksi atas kasus dirinya yang diduga telah menghina pecalang atau petugas keamanan adat Bali dalam siaran di salah satu stasiun TV nasional beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Munarman, dilaporkan ke Mapolda Bali oleh beberapa tokoh dan pemuka agama Islam di Bali. Laporan ini terkait beredarnya video pertemuan antara pihak FPI dan pimpinan media televisi Kompas TV.

Baca : Polda Bali Segera Periksa Jubir FPI Munarman Terkait Dugaan Fitnah Terhadap Pecalang

Video tersebut beredar di situs Youtube dengan judul “FPI datangi dan tegur Kompas terkait framing berita antisyariat Islam” saat ia dan beberapa anggota ormas tersebut mendatangi Kompas pada Kamis, 16 Juni 2016.

Dalam video berdurasi satu jam 24 menit dan diunggah Markaz Syariah pada 17 Juni 2016 tersebut Munarman mengatakan :

“Kompas tidak pernah mengkritik pecalang-pecalang di Bali yang kadang-kadang melempari rumah penduduk, melarang orang salat Jumat, engga pernah ada kritik dari Kompas, bertahun-tahun itu sudah kita saksikan,” ucap Munarman dalam Video tersebut.

Editor : Nopa Gunawan

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up