Polda Bali Segera Periksa Jubir FPI Munarman Terkait Dugaan Fitnah Terhadap Pecalang
Peristiwa

Polda Bali Segera Periksa Jubir FPI Munarman Terkait Dugaan Fitnah Terhadap Pecalang

Terkait laporan dugaan fitnah juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman terhadap pecalang di Bali, Polda Bali akan segera panggil Munarman untuk dimintai keterangan. Munarman dilaporkan tokoh masyarakat lintas agama dan organisasi kemasyarakatan Bali karena diduga telah memfitnah petugas keamanan adat atau pecalang yang tersebar di Youtube.

Dikutip dari Media Indonesia (17/1/2017), Saat ini Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali tengah memeriksa enam saksi untuk melengkapi alat bukti, termasuk Zet Hasan, warga muslim Denpasar yang melaporkan Munarman untuk mewakili masyarakat lintas agama dan ormas ke polisi.

Penyidik juga memeriksa saksi Ketua Pecalang Bali Made Mudra, Pimpinan Cabang GP Anshor Kabupaten Badung Imam Bukhori, Gus Yadi dari salah satu pondok pesantren di Denpasar, I Gusti Agung Ngurah Harta selaku pembina dan pendiri Yayasan Sandi Murti, serta Arif Melky Kadafuk.

“Semakin cepat kami mengumpulkan alat bukti, semakin cepat juga kami memanggil pelaku,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja di Denpasar, kemarin (Senin, 16/1).

Menurut Hengky, polisi menggunakan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 156 KUHP.

Hengky menjelaskan meski peristiwa dugaan fitnah tersebut terjadi di Jakarta, kalau menyangkut UU ITE, terlapor bisa dipanggil ke Bali untuk diperiksa.

Ketua GP Anshor Kabupaten Badung, Imam Bukhori mengatakan informasi yang disampaikan Munarman sangat tidak benar. Di Bali justru pecalang ikut menjaga keamanan terhadap umat beragama, termasuk umat Islam yang sedang menggelar shalat.

“Banyak acara agama di Bali yang melibatkan pecalang. Ini simbol toleransi. GP Ansor sudah bersama-sama membangun keharmonisan di Bali. Ini sudah berlangsung sejak lama, sejak GP Ansor ada di Bali,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Munarman, dilaporkan ke Mapolda Bali oleh beberapa tokoh dan pemuka agama Islam di Bali. Laporan ini terkait beredarnya video pertemuan antara pihak FPI dan pimpinan media televisi Kompas TV.

Video tersebut beredar di situs Youtube dengan judul “FPI datangi dan tegur Kompas terkait framing berita antisyariat Islam” saat ia dan beberapa anggota ormas tersebut mendatangi Kompas pada Kamis, 16 Juni 2016.

Dalam video berdurasi satu jam 24 menit dan diunggah Markaz Syariah pada 17 Juni 2016 tersebut Munarman mengatakan :

“Kompas tidak pernah mengkritik pecalang-pecalang di Bali yang kadang-kadang melempari rumah penduduk, melarang orang salat Jumat, engga pernah ada kritik dari Kompas, bertahun-tahun itu sudah kita saksikan,” ucap Munarman dalam Video tersebut.

Editor : Nopa Gunawan

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up