Polda Metro Jaya Larang Aksi 112, Karena dikhawatirkan adanya Agenda Politik
Politik

Polda Metro Jaya Larang Aksi 112, Karena dikhawatirkan adanya Agenda Politik

Terkait informasi adanya rencana aksi 112 yang akan digelar oleh Forum Umat Islam (FUI). Pihak Polda Metro Jaya melarang rencana aksi 112 tersebut karena menjelang masa tenang tahapan Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Kita tidak izinkan aksi itu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Selasa, seperti dilansir Antara.

Argo menjelaskan Polda Metro Jaya menerima surat pemberitahuan rencana aksi 11 Februari 2017 dari Forum Umat Islam (FUI) namun polisi tidak menyerahkan Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Argo mengungkapkan alasan tidak mengizinkan aksi tersebut karena khawatir menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Terlebih aksi pengerahan massa tersebut akan dilanjutkan pada esok harinya yakni 12 Februari 2017 sehingga dikhawatirkan mengganggu kegiatan masyarakat lainnya.

Sedangkan dikutip dari Beritasatu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan, melarang pelaksanaan Aksi 11 Februari 2017 atau Aksi 112, jika didalamnya tersembunyi agenda politik.

“Kalau Aksi 112 sifatnya ada agenda politik, itu larangan. Kami akan tindak tegas. Jadi mohon mengindahkan peraturan yang dikeluarkan KPU berkaitan dengan pilkada,”tegas Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/2).

Menanggapi pernyataan kapolda, Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath mengatakan, menurut UU itu adalah surat pemberitahuan. Artinya setiap warga negara memiliki hak untuk melakukan kegiatan. “Surat sudah sampai di Polda, insya Allah kegiatan akan tetap berjalan,” kata KH Khaththath, Selasa (7/2), seperti dilansir Republika.co.id

Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan negosiasi dengan pihak Polda terkait tempat dan Insya Allah tidak ada masalah. Ia juga mengaku sudah memberi surat pemberitahuan, dan tinggal koordinasi.

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up