Sistem Teknologi Barcode akan diterapkan Kemenkumham untuk Awasi Tenaga Kerja Asing
Teknologi

Sistem Teknologi Barcode akan diterapkan Kemenkumham untuk Awasi Tenaga Kerja Asing

Ramainya pemberitaan tenaga kerja asing (TKA) illegal atau tidak berizin diIndonesia membuat Pemerintah “geram”. Keimigrasian Indonesia menjadi sorotan public.

Maka Kementerian Hukum dan HAM akan mengupayakan sistem pelacakan orang asing di Indonesia menggunakan sistem barcode pada paspor. Hal ini di ungkapkan oleh Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly.

“Untuk melacak overstay kami sedang menyiapkan satu sistem barcode di paspor sehingga kita bisa tahu,” kata Yasonna Laoly di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

“Yang pasti overstay kami bisa lacak dengan masa visa. Tapi di mana berada menjadi persoalan. Ini yang harus kami kembangkan,” ujar dia.

Yasonna menjelaskan, pihaknya tengah mempelajari sistem tersebut sehingga belum bisa memastikan kapan bisa diterapkan.

Seperti diberitakan Kompas (20/1/2017), Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ronny F Sompie menerangkan, sistem yang dimaksud adalah stiker barcode yang nantinya diterapkan sebagai alat kontrol.

Semua tempat penjualan alat transportasi, mulai dari tiket kereta api, pesawat, kapal, bus, harus menggunakan barcode tersebut dalam melakukan transaksi.

Orang asing yang ingin membeli tiket nantinya harus menunjukkan paspor mereka. Dengan adanya barcode tersebut, pihak imigrasi dapat memantau keberadaan orang asing tersebut.

Sistem barcode ini direncanakan akan diatur secara khusus dengan regulasi keimigrasian.

Editor : Astika

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up