Siswa SMA temukan Sumber Energi Alternatif Pengganti Solar
Edukasi

Siswa SMA temukan Sumber Energi Alternatif Pengganti Solar

Sumber Energi Alternatif selalu menjadi bahan penelitian tidak hanya didunia kampus tapi juga di dunia sekolah menengah atas. Kali ini giliran siswa SMA Negeri 1 Mojosari membuat sebuah penemuan energi alternatif dengan menciptakan bahan bakar minyak pengganti solar menggunakan bahan dari sisa pemotongan unggas yang kemudian dijadikan biodiesel.

Bahan bakar minyak biodiesel yang berasal dari usus unggas ini pun pernah diikutkan kompetisi KTI tingkat nasional. Diungkapkan bahwa bahan bakar ini tidak mudah terbakar dan sangat ramah lingkungan.

Mengutip dari CNN, Berawal dari ide kreatif dan proses percobaan dalam kegiatan penelitian di sekolah, tiga siswa dari SMA Negeri 1 Mojosari yaitu Imam Ali (17), Riska Lestari Dewi (17) dan Shindia Faridhatus Sholikha(17) menemukan penemuan baru energi alternatif dengan menciptakan bahan bakar minyak pengganti solar sebagai bahan bakar mesin diesel yang diberi nama dengan biolitik (bio diesel dari limbah itik).

Para siswa melakukan penyulingan minyak dari usus unggas yang sudah didinginkan, kemudian hasil sulingan minyak tersebut dicampur dengan methanol dan natrium hidroksida yang disimpan selama satu hari, hingga menjadi bahan bakar minyak biodiesel.

Untuk membuktikanya, bahan bakar minyak energi alternatif pengganti solar, biodiesel, hasil penemuan siswa SMA Negeri 1 Mojosari dicoba untuk digunakan mesin traktor diesel milik warga.

Hasilnya, mesin traktor pembajak sawah milik warga bisa dinyalakan seperti dengan menggunakan bahan bakar solar pada umumnya. Karya dan penemuan baru biodisel siswa SMA Negeri 1 Mojosari juga pernah diikutkan Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional. Penemuan baru tersebut dari energi alternatif bisa menjadi pengganti bahan bakar minyak jenis solar, biodiesel.

“Para siswa serta saya berharap penemuan ini diuji oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat, karena energi alternatif ini dianggap tidak mudah terbakar dan sangat ramah lingkungan,” ujar Drs. Waras, M.M.Pd Kepala SMAN 1 Mojosari demikian dilansir CNN.

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up