Untuk Pertama Kalinya, Panca Wali Krama Digelar di Sumatera Selatan
Budaya

Untuk Pertama Kalinya, Panca Wali Krama Digelar di Sumatera Selatan

Umat Hindu Sumatera Selatan kini disibukan dengan berbagai persiapan dalam penyambutan Karya Panca Wali Krama Pura Agung Sriwijaya Palembang. Tidak hanya umat Hindu yang berada di kota Palembang, namun umat dari seluruh desa adat yang ada di Sumatera Selatan sangat antusias melakukan berbagai persiapan dalam menyambut upacara keagamaan yang puncaknya akan berlangsung pada tanggal 11 April 2017.

Panca Wali Krama adalah kegiatan/upacara utama dalam agama Hindu yang bertujuan untuk memohon anugrah penyucian alam semesta (Bhuwana Agung), diri manusia (Bhuwana Alit) dan keharmonisan alam semesta beserta isinya (Sarwaprani).

Dalam melaksanakan karya besar ini, Ketua Panitia IBP. Suniatmadja mengungkapkan butuh persiapan yang cukup panjang.

“Dari awal bulan Januari 2017 umat dari seluruh kabupaten datang secara bergantian untuk membuat berbagai sarana upacara di Pura Agung Sriwijaya. Terlebih bahwa Karya Panca Wali Krama ini adalah upacara besar yang pertama kali dilaksanakan di Sumatera Selatan bahkan di luar pulau Bali” ungkapnya.

Ia menambahkan ada 9 rangkaian upacara keagamaan yang merupakan bagian dari pelaksanaan Karya Panca Wali Krama diantaranya

Pertama Ngaku Agem, merupakan upacara yang memiliki makna bahwa secara sekala dan niskala upacara Panca Wali Krama siap dilaksanakan.

“Pada saat bersamaan umat Hindu Sumatera Selatan juga melaksanakan Matur Piuning yang telah dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2017 bulan lalu” ungkapnya.

Kedua Nuwasen Karya, tahapan ini memiliki makna penetapan hari baik, hari untuk memulai berbagai kegiatan suci dalam rangka mempersiapkan segala bentuk sarana upacara, termasuk penyiapan bangunan darurat untuk bekerja. Upacara ini telah dilaksanakan bertempat di depan Padmasana tanggal 11 Februari 2017.

Ketiga Upacara Pemasangan Penjor, sebagai sarana mecirikan suatu upacara sedang dilaksanakan. Pemasangan Penjor akan dilaksanakan pada 03 April 2017 yang bertepatan dengan hari Penampahan Galungan.

Keempat Bumisuda/Pemarisuha, bermakna untuk memohon penyucian kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Dewa Siwa. Upacara ini akan di puput oleh Sulinggih bertempat di Pura Agung Sriwijaya.

Kelima Nawur Tirta, bertujuan sebagai saksi secara sekala dan niskala, dimana betara tirta distanakan di Pura Agung Sriwijaya yang kemudian dipercikan pada saat upacara berlangsung. Lokasi Pura Nuur Tirta adalah dari Pura Khayangan Jagad (Gunung Semeru dan Gunung Rinjani), Pura Sad Khayangan di Bali yaitu: Pura Lempuyang Luhur, Pura Andaksana, Pura Goa Lawah, Pura Luhur Uluwatu, Pura Batukaru dan Puira Ulun Danu Batur.

Keenam Nedunan Pralingga Ida Bhatara, makna upacara ini sebagai wujud bhakti kepada Bhatara untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam kaitanya degan pemelastian, sedangkan tujuannya adalah untuk mempersiapkan segala sesuatu dan kelancaran jalanya upacara pemelastian. Upacara ini akan dilaksanakan satu ahri sebelum Melasti.

Ketujuh Melasti, bertujuan untuk memohon untuk mengambil sari kehidupan di tengah samudra (Angamet Sarining Amerta) serta memohon agar pelaksanaan Karya Panca Wali Krama berjalan dengan lancar.

Kedelapan Mepepada dan Memben, bertujuan untuk melakukan penyucian terhadap binatang/hewan kurban (wewalungan) sebelum disembelih yang akan digunakan sebagai sarana Tawur. Hewan kurban yang akan digunakan diantaranya: kerbau, babi, kambing, kijang, angsa, itik, ayam, penyu, dan kura-kura.

Kesembilan Karya Panca Wali Krama, merupakan puncak dari seluruh rangkaian Karya Panca Wali Krama dimana umat Hindu se Sumatera Selatan akan melaksanakan sembahyang/berdoa bersama di Pura Agung Sriwijaya. Upacara ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 April 2017.

 

Ketua Panitia juga menambahkan, suksesnya rangkaian Karya Panca Wali Krama tersebut dapat terlaksana dengan baik tentu tidak lepas dari dukungan seluruh umat Hindu khususnya di Sumatera Selatan.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh umat Hindu khususnya di Sumatera Selatan telah turut berperan sangat aktif dalam melakukan berbagai persiapan sarana upacara maupun dukungan-dukungan non-materil lainnya. Kami mohon doa dan restunya agar pelaksanaan Karya Panca Wali Krama Pura Agung Sriwijaya ini dapat berjalan dengan baik” tutupnya.

Pantia Karya Panca Wali Krama Pura Agung Sriwijaya membuka donasi bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dana yang dapat disalurkan melalui Bank BRI Nomor 2205.01.000183.56.1 a.n. Panitia Pelaksana Pancawalikrama Pura Agung Sriwijaya.

Penulis : Kadek Andre Nuaba | Editor : Nopa Gunawan

Komentar Anda
Advertisement
Scroll Up